Genangan air banjir yang meluap di pemukiman warga sering kali membawa berbagai jenis kuman penyakit, jamur, serta limbah kimia yang membahayakan integritas jaringan luar tubuh. Kontak fisik yang berlangsung lama dengan air tercemar memicu timbulnya berbagai gangguan jaringan luar seperti iritasi, gatal-gatal, infeksi jamur, hingga infeksi bakteri sekunder. Pelaksanaan Kulit Demak menghadirkan tim dokter spesialis dan perawat untuk melakukan penyaringan kesehatan jaringan luar secara gratis bagi warga terdampak banjir. Kegiatan ini bertujuan memberikan pertolongan medis cepat guna mencegah keparahan infeksi.
Tim medis mendatangi posko-posko pengungsian dan rumah warga untuk melakukan pemeriksaan fisik pada sela-sela jari kaki, tangan, serta lipatan tubuh lainnya. Dalam operasional Kulit Demak, petugas medis mendata setiap warga yang mengeluhkan rasa gatal, kemerahan, atau luka terbuka yang mulai membengkak akibat terpapar air kotor. Dokter memberikan resep salep antijamur, krim antibiotik, serta tablet antihistamin untuk meredakan gejala peradangan dan gatal yang dialami oleh para korban banjir di pengungsian.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dengan segera membilas tubuh menggunakan air bersih dan sabun setelah terkena genangan air turut disosialisasikan. Melalui penyuluhan Kulit Demak, warga diimbau untuk tidak menggaruk luka gatal secara berlebihan guna mencegah terjadinya infeksi kuman sekunder yang dapat memperburuk kondisi jaringan kulit. Pembagian sabun antiseptik dan salep pelindung diberikan secara merata kepada setiap rumah tangga untuk menjaga kebersihan diri selama masa tanggap darurat.
Pemeriksaan kesehatan ini juga menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan jaringan luar lebih lemah terhadap paparan bakteri air. Tim medis terus memantau perkembangan penyembuhan luka warga melalui kunjungan ulang ke pos penampungan secara berkala hingga genangan air banjir benar-benar surut dari kawasan pemukiman. Penanganan yang cepat ini berhasil mencegah meledaknya kasus penyakit jaringan luar massal di lokasi pengungsian warga.
Pelayanan kesehatan darurat bagi korban bencana genangan air ini diharapkan dapat terus disiagakan selama musim penghujan tiba di wilayah rawan. Sinergi antara tim medis, relawan kemanusiaan, dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci keberhasilan penanggulangan dampak kesehatan bencana banjir. Melalui pengobatan yang tepat dan pembagian sarana kebersihan yang memadai, derajat kesehatan dan kenyamanan warga terdampak dapat tetap terjaga dengan baik di tengah situasi darurat.