Diabetes Mellitus membutuhkan perawatan kaki khusus berbasis ilmu podiatri lansia guna mencegah timbulnya komplikasi luka ulkus diabetikum yang membahayakan. Tim keperawatan terlatih melakukan senam kaki diabetes, pemotongan kuku aman, serta pembersihan area sela jari kaki secara berkala pada pasien tua. Prosedur ini fokus pada pemantauan sirkulasi darah tepi dan sensitivitas saraf kaki menggunakan pengujian monofilamen sintesis. Langkah pencegahan dini ini efektif menekan risiko amputasi kaki pada lansia penderita gula darah tinggi.
Edukasi pemilihan alas kaki yang tepat disosialisasikan kepada penderita dan keluarganya guna menghindari gesekan yang berpotensi memicu luka lecet kecil pada kulit kaki. Pasien diajarkan memeriksa telapak kaki setiap malam menggunakan cermin untuk mendeteksi adanya kemerahan, kapalan, atau perubahan warna kulit sejak dini. Penggunaan pelembap khusus juga direkomendasikan untuk mencegah kulit kaki pecah-pecah yang mudah terinfeksi bakteri berbahaya. Perawatan mandiri yang telaten menjadi kunci utama menjaga keutuhan jaringan kaki.
Penderita Diabetes Mellitus usia lanjut sangat rentan mengalami neuropati perifer yang menyebabkan hilangnya rasa nyeri saat terjadi cedera fisik pada area kaki. Oleh karena itu, keterlibatan perawat podiatri dalam melakukan perawatan rutin di klinik geriatri memberikan rasa aman yang mendalam bagi para lansia. Pembersihan jaringan mati dan perawatan kulit kering dilakukan dengan instrumen medis steril untuk mencegah masuknya kuman infeksi. Layanan podiatri lansia kini menjadi pilar penting kesehatan geriatri.
Sektor keperawatan podiatri mengintegrasikan layanan ini dalam program pengelolaan penyakit kronis di puskesmas guna menjangkau lansia di wilayah pedesaan. Konsultasi gizi mengenai kontrol kadar gula darah turut diberikan agar proses penyembuhan luka dapat berjalan optimal dari dalam tubuh pasien. Pelatihan perawatan kaki mandiri juga diberikan kepada para anggota keluarga yang bertugas mendampingi lansia di rumah setiap hari. Kerjasama keluarga menjamin keberhasilan perawatan kaki diabetes.
Melalui perawatan kaki terstruktur pada pasien Diabetes Mellitus, angka komplikasi ulkus berat dan risiko amputasi dapat ditekan hingga level paling minimal. Pelayanan podiatri lansia terus dikembangkan dengan melatih lebih banyak tenaga perawat ahli di berbagai rumah sakit daerah. Diharapkan para penderita diabetes usia lanjut dapat tetap beraktivitas secara mandiri, nyaman, dan berkualitas tanpa dibayangi ketakutan akan luka kaki kronis. Perawatan telaten menyelamatkan kaki lansia.