Penyuluhan gigi dan mulut khusus digelar oleh tim pengabdian masyarakat STIKES Demak bagi anak-anak dan warga yang tinggal di kawasan terdampak banjir rob pesisir pantai. Paparan air laut yang bersifat asam serta keterbatasan air bersih di daerah terdampak rob sering kali memicu kerusakan email gigi dan peradangan gusi pada anak-anak. Pihak kampus menghadirkan tim dokter gigi dan perawat untuk memberikan edukasi mengenai tata cara menjaga kebersihan rongga mulut secara tepat menggunakan sarana terbatas. Kegiatan edukatif ini dirancang untuk melindungi kesehatan gigi anak pesisir dari dampak lingkungan air asin.
Dalam kegiatan pelatihan praktik langsung, anak-anak diajarkan teknik menyikat gigi yang benar menggunakan gerakan melingkar dari pangkal gusi hingga ke ujung gigi secara perlahan. Petugas menekankan pentingnya menggunakan air bersih yang terbebas dari racun air rob untuk berkumur-kumur usai menyikat gigi setiap pagi dan malam hari. Anak-anak dibagikan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi mengandung fluoride secara gratis untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Keceriaan anak-anak terpancar jelas saat diajak bernyanyi lagu kesehatan gigi bersama para mahasiswa pendamping.
Pelaksanaan penyuluhan gigi ini juga diisi dengan pemeriksaan kondisi rongga mulut dan penambalan gigi berlubang secara gratis bagi anak-anak sekolah dasar di wilayah rob. Tim medis mencatat bahwa banyak anak pesisir yang mengidap karies gigi berat akibat kebiasaan berkumur menggunakan air tanah yang telah tercemar intrusi air laut yang asin. Dokter memberikan tindakan perawatan pembersihan karang gigi serta memberikan larutan fluoride varnish untuk memperkuat lapisan email gigi anak agar tahan dari pengeroposan. Perawatan langsung ini mencegah timbulnya sakit gigi hebat pada anak saat belajar.
Selain edukasi untuk anak-anak, para orang tua diberikan pemahaman mengenai bahaya jajanan manis yang lengket serta pentingnya membatasi konsumsi gula pada anak-anak harian. Orang tua diajarkan cara memanfaatkan bahan alami lokal untuk membantu meredakan peradangan gusi secara darurat sebelum mendapatkan tindakan medis dari dokter gigi. Pihak kampus juga membagikan filter air sederhana untuk membantu keluarga menyaring air bersih khusus guna kebutuhan konsumsi dan sikat gigi di rumah. Bantuan sarana fisik ini sangat membantu warga di daerah genangan rob.
Secara keseluruhan, inisiatif penyelenggaraan penyuluhan gigi yang digelar STIKES Demak di kawasan pesisir terdampak rob berhasil meningkatkan kesadaran kebersihan mulut anak-anak secara drastis. Anak-anak kini rajin menyikat gigi menggunakan air bersih dan pasta gigi berfluoride sesuai ajuan petunjuk medis dari dokter. Kampus berkomitmen untuk terus memantau kesehatan gigi anak-anak pesisir melalui kunjungan klinis berkala secara berkelanjutan. Kepedulian nyata ini membuktikan kehadiran kampus sebagai pelindung masa depan kesehatan anak-anak daerah pesisir Indonesia.