Musim penghujan sering kali membawa tantangan kesehatan tambahan bagi wilayah yang rentan tergenang air, seperti di beberapa kawasan di Demak. Munculnya berbagai jenis penyakit akibat banjir menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan lokal, terutama terkait dengan masalah kesehatan kulit yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi kuman, bakteri, dan jamur. Genangan air banjir yang bercampur dengan limbah domestik merupakan tempat berkembang biak yang ideal bagi mikroorganisme patogen yang siap menyerang pertahanan kulit manusia.
Keluhan yang paling dominan di pengungsian maupun area terdampak adalah gatal-gatal hebat dan infeksi jamur pada sela-sela jari kaki atau kutu air. Sebagai langkah penanganan penyakit akibat banjir, masyarakat diimbau untuk tidak menggaruk bagian yang gatal agar tidak terjadi luka terbuka yang dapat memicu infeksi bakteri sekunder atau selulitis. Langkah awal yang paling benar adalah mencuci bersih bagian tubuh yang terkena air banjir menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir yang bersih segera setelah beraktivitas di genangan.
Dalam strategi penyakit akibat banjir, pemberian salep antijamur yang mengandung klotrimazol atau mikonazol menjadi solusi medis utama untuk mengatasi kutu air. Area yang terinfeksi harus dipastikan tetap kering, karena kelembapan yang tinggi akan mempercepat pertumbuhan jamur. Jika gatal disertai dengan kemerahan dan bengkak yang nyeri, penggunaan krim hidrokortison atau konsumsi antihistamin mungkin diperlukan untuk meredakan reaksi peradangan tubuh. Warga di Demak juga diingatkan untuk tidak berbagi handuk atau alas kaki dengan penderita lain guna mencegah penularan yang lebih luas.
Selain masalah kulit, edukasi mengenai penyakit akibat banjir juga mencakup kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis yang ditularkan melalui urin tikus di air banjir. Penggunaan sepatu bot dan sarung tangan saat membersihkan sisa lumpur banjir merupakan tindakan preventif yang sangat dianjurkan. Selain itu, kebersihan makanan dan minuman harus sangat dijaga karena air banjir juga berisiko tinggi memicu wabah diare dan demam tifoid. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah kebiasaan sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa di tengah situasi darurat bencana.