Kawasan pemukiman tepi pantai dengan banyak genangan air hujan dan sanitasi limbah yang terbatas berisiko tinggi menjadi tempat pembiakan nyamuk pembawa bibit penyakit. Dalam rangka membendung peningkatan kasus penyakit menular di musim pancaroba, agenda penyuluhan kesehatan pesisir dan pencegahan demam berdarah diselenggarakan secara masif di balai desa pesisir. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa keperawatan, petugas sanitasi puskesmas, dan para kader posyandu yang siap membagikan informasi pencegahan penyakit kepada warga. Melalui peragaan fisik dan pembagian brosur interaktif, warga diajak untuk menjalankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara disiplin dan berkesinambungan.
Materi sosialisasi difokuskan pada penerapan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tangki air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Para petugas kesehatan menyampaikan penjelasan mengenai siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan bahaya gigitannya yang dapat mengancam keselamatan nyawa balita dan warga lansia. Kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan pesisir ini disampaikan dengan metode dialog interaktif sehingga warga merasa nyaman menyampaikan kendala kebersihan di lingkungan RT masing-masing. Warga diajarkan pula cara menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender di sekitar pekarangan rumah.
Selain penyampaian teori di dalam ruangan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan aksi inspeksi jentik nyamuk secara langsung ke rumah-rumah warga oleh tim gabungan mahasiswa dan kader. Petugas memeriksa tempat penampungan air dapur, bak mandi, dan barang bekas di pekarangan rumah warga untuk memantau keberadaan jentik nyamuk secara teliti. Aksi lapangan dalam penyuluhan kesehatan ini terbukti sangat efektif dalam membuka mata warga akan pentingnya menjaga kebersihan tempat penampungan air secara rutin setiap minggu. Pembagian serbuk pembasmi jentik nyamuk gratis juga dilakukan kepada warga yang tempat penampungan airnya sulit dikuras.
Peran perangkat desa dan tokoh agama lokal juga dimaksimalkan untuk mengajak masyarakat menyukseskan gerakan Jumat Bersih secara serentak di seluruh kawasan dusun pesisir. Himbauan kebersihan lingkungan diselipkan dalam setiap pertemuan warga dan kegiatan ibadah guna memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya penyakit demam berdarah. Sinergi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan pemimpin lokal menjadikan kampanye kesehatan ini berdampak luas dan berkelanjutan. Warga berkomitmen untuk merawat kebersihan lingkungan pemukiman pantai mereka secara mandiri.
Acara edukasi diakhiri dengan evaluasi angka bebas jentik di wilayah pesisir serta penyerahan penghargaan bagi RT paling bersih dan bebas jentik nyamuk. Pihak puskesmas menyampaikan terima kasih atas antusiasme dan kerja sama yang ditunjukkan oleh seluruh warga desa sepanjang kegiatan berlangsung. Keberhasilan pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini diharapkan mampu menekan kejadian penyakit demam berdarah hingga nol kasus di kawasan pantai Demak. Diharapkan dengan kesadaran kebersihan lingkungan yang tinggi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terpelihara dengan sangat baik.