Maag Kambuh? Ini Cara Antasida Redakan Asam Lambung

Sensasi perih di ulu hati, mual, atau rasa terbakar di dada adalah gejala umum ketika maag kambuh, yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung. Untungnya, ada solusi cepat dan efektif yang bisa membantu redakan asam lambung dengan segera, yaitu antasida. Obat ini telah lama menjadi andalan banyak orang untuk mengatasi ketidaknyamanan akibat gangguan pencernaan ini.

Antasida bekerja dengan cara yang sederhana namun efektif: menetralkan asam lambung yang berlebihan. Obat ini mengandung senyawa alkali seperti aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, atau kalsium karbonat. Ketika senyawa ini bereaksi dengan asam klorida di lambung, pH lambung akan meningkat (menjadi kurang asam), sehingga sensasi perih atau terbakar pun mereda. Mekanisme ini memberikan kelegaan instan dari gejala maag.

Meski efektif untuk redakan asam lambung secara cepat, penting untuk memahami bahwa antasida biasanya hanya mengatasi gejala, bukan penyebab utama maag. Oleh karena itu, antasida lebih cocok untuk mengatasi gejala akut atau sesekali, seperti setelah mengonsumsi makanan pedas atau berlemak yang memicu naiknya asam lambung. Namun, jika gejala maag sering kambuh atau menetap, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk mencari tahu penyebab dasarnya dan mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain seperti penghambat pompa proton (PPI) atau antagonis reseptor H2 yang bekerja mengurangi produksi asam lambung.

Cara redakan asam lambung dengan antasida juga harus sesuai petunjuk. Umumnya, antasida diminum saat gejala muncul atau setelah makan, dan tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis. Beberapa efek samping yang mungkin timbul antara lain diare (jika mengandung magnesium hidroksida) atau sembelit (jika mengandung aluminium hidroksida atau kalsium karbonat). Penting juga untuk tidak mengonsumsi antasida bersamaan dengan obat lain, karena dapat mengganggu penyerapan obat tersebut. Beri jeda waktu sekitar 1-2 jam antara minum antasida dan obat lain.

Pada tanggal 15 Mei 2025, dalam sebuah edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Klinik Sehat Bersama, seorang apoteker bernama Bapak Rio Pratama menekankan, “Antasida adalah pertolongan pertama yang baik untuk maag, tetapi jangan lupakan pentingnya perubahan gaya hidup sehat seperti menghindari makanan pemicu, tidak langsung berbaring setelah makan, dan mengelola stres, yang juga krusial untuk mencegah maag kambuh dan redakan asam lambung secara permanen.” Dengan kombinasi obat yang tepat dan gaya hidup sehat, gangguan asam lambung dapat dikelola dengan lebih baik.