Banjir rob yang rutin melanda wilayah Demak menciptakan kondisi lingkungan yang sangat rentan terhadap perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). Menghadapi situasi ini, mahasiswa STIKES Demak melakukan riset dan aksi nyata dengan membagikan larvasida alami yang diekstraksi dari tumbuhan lokal. Larvasida ini diformulasikan khusus agar efektif membasmi jentik nyamuk di genangan air banjir rob tanpa membahayakan kesehatan manusia atau mencemari lingkungan. Program ini menjadi solusi ramah lingkungan yang sangat dibutuhkan warga untuk mencegah wabah penyakit di tengah kondisi lingkungan yang tergenang air.
Dalam kegiatan penyebaran larvasida alami ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada warga tentang bagaimana cara menggunakannya di tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk, seperti genangan di sekitar rumah atau saluran air yang tersumbat. Mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan bahan kimia sintetis secara berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak ekosistem air. Oleh karena itu, penggunaan ekstrak tumbuhan lokal yang mereka kembangkan menjadi alternatif yang lebih aman, berkelanjutan, dan ekonomis bagi masyarakat yang terdampak rob.
Selain aksi pembagian larvasida alami, mahasiswa juga mengajak warga untuk melakukan kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan. Mereka menekankan bahwa larvasida hanyalah salah satu cara, dan tetap diperlukan partisipasi aktif warga untuk menjaga kebersihan saluran air agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk. Edukasi ini dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan, membangun kesadaran bahwa kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama di tengah tantangan banjir rob yang tidak menentu. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat ini menunjukkan bagaimana ilmu kesehatan lingkungan dapat diterapkan secara praktis dan sangat membantu dalam situasi darurat.
Program larvasida alami ini mendapatkan apresiasi dari pihak dinas kesehatan dan lingkungan hidup setempat sebagai inovasi yang sangat relevan dengan kondisi geografis Demak. Mahasiswa STIKES Demak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam manajemen kesehatan masyarakat di area rawan bencana. Mereka belajar untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi yang kontekstual dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pengalaman ini mengasah kemandirian, tanggung jawab sosial, dan kemampuan mereka dalam memberikan kontribusi nyata.
Ke depannya, STIKES Demak berencana untuk mengembangkan produksi larvasida alami ini dalam skala yang lebih besar sehingga dapat didistribusikan ke seluruh wilayah pesisir yang sering terkena banjir rob. Mereka juga akan melakukan riset lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas ekstrak tumbuhan lainnya. Mari kita dukung terus inovasi cerdas ini. Kesehatan lingkungan adalah harga mati dalam memerangi penyakit. Dengan memanfaatkan kekayaan alam, kita bisa menciptakan solusi kesehatan yang aman bagi masyarakat dan bumi kita. Mari terus bergerak bersama untuk Demak yang lebih sehat.