Asam Urat Sering Diawali Dengan Gejala Keluhan Pada Ginjal

Meskipun gejala klasik asam urat adalah nyeri sendi yang hebat, penting untuk menyadari bahwa penyakit ini juga dapat memberikan indikasi awal melalui keluhan pada ginjal. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah tidak hanya dapat membentuk kristal di persendian, tetapi juga di saluran kemih dan jaringan ginjal, yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah. Berdasarkan laporan dari bagian Nefrologi Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta pada awal Juni 2025, sebagian pasien dengan asam urat kronis menunjukkan adanya riwayat keluhan pada ginjal sebelum atau bersamaan dengan gejala nyeri sendi.

Salah satu keluhan ginjal yang mungkin timbul akibat kadar asam urat tinggi adalah nyeri pinggang yang persisten atau intermiten. Nyeri ini dapat disebabkan oleh pembentukan batu ginjal yang terbuat dari kristal asam urat. Batu ginjal dapat menyumbat saluran kemih, menyebabkan nyeri kolik yang sangat hebat, sulit untuk menemukan posisi nyaman, dan terkadang disertai mual dan muntah. Selain nyeri, penderita asam urat dengan gangguan ginjal juga mungkin mengalami perubahan frekuensi buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, atau bahkan adanya darah dalam urine (hematuria).

Hubungan antara asam urat dan ginjal bersifat dua arah. Kadar asam urat yang tinggi dapat merusak ginjal, dan sebaliknya, gangguan fungsi ginjal dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat secara efektif, sehingga memperburuk kondisi hiperurisemia. Pembentukan kristal asam urat di dalam tubulus ginjal (nefropati urat) dapat terjadi secara perlahan dan progresif, menyebabkan penurunan fungsi ginjal dari waktu ke waktu. Kondisi ini seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, namun dapat berujung pada penyakit ginjal kronis jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya keluhan ginjal pada penderita asam urat meliputi kadar asam urat yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang lama, dehidrasi kronis, riwayat keluarga dengan batu ginjal atau penyakit ginjal, serta adanya kondisi medis lain seperti hipertensi dan diabetes. Pola makan tinggi purin dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat memperberat beban kerja ginjal dalam memproses dan mengeluarkan asam urat.

Mengingat potensi komplikasi pada ginjal akibat asam urat, penting untuk tidak hanya fokus pada gejala nyeri sendi. Adanya keluhan seperti nyeri pinggang yang tidak jelas penyebabnya, perubahan pola buang air kecil, atau adanya riwayat batu ginjal pada penderita asam urat harus menjadi perhatian. Pemeriksaan fungsi ginjal melalui tes urine dan tes darah (ureum dan kreatinin) seringkali dianjurkan pada pasien dengan asam urat, terutama mereka yang memiliki faktor risiko gangguan ginjal. Penanganan asam urat yang komprehensif tidak hanya bertujuan untuk menurunkan kadar asam urat dan meredakan nyeri sendi, tetapi juga untuk melindungi fungsi ginjal. Langkah-langkah seperti menjaga asupan cairan yang cukup, menghindari makanan dan minuman tinggi purin serta alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan penurun asam urat sesuai anjuran dokter sangat penting dalam mencegah komplikasi ginjal pada penderita asam urat.