Fenomena kenaikan permukaan air laut yang memicu genangan air asin di pemukiman warga kini menjadi masalah kesehatan yang serius, di mana penyakit kulit menjadi dampak paling nyata bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Air rob yang tercampur dengan limbah rumah tangga dan kotoran lingkungan menciptakan medium perkembangbiakan bakteri serta jamur yang sangat masif. Kondisi lingkungan yang lembap dan paparan air kotor secara terus-menerus membuat pori-pori kulit rentan mengalami iritasi akut hingga infeksi sekunder yang sulit disembuhkan tanpa penanganan medis yang tepat.
Bagi warga yang setiap hari harus beraktivitas di tengah genangan, risiko terkena penyakit kulit seperti dermatitis kontak, kutu air, dan skabies meningkat berkali-kali lipat. Rasa gatal yang hebat seringkali memicu luka garukan yang kemudian menjadi pintu masuk bagi bakteri berbahaya seperti Staphylococcus. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat meluas dan menyebabkan selulitis atau peradangan jaringan ikat di bawah kulit yang sangat menyakitkan dan memerlukan perawatan antibiotik dosis tinggi di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri menjadi kunci utama dalam meminimalisir penyebaran penyakit kulit di wilayah terdampak rob. Penggunaan sepatu bot karet dan segera membilas bagian tubuh dengan air bersih serta sabun antiseptik setelah bersentuhan dengan air banjir adalah langkah preventif sederhana namun sangat efektif. Sayangnya, keterbatasan akses air bersih di beberapa wilayah pesisir rendah seringkali menjadi kendala utama bagi warga untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten setiap harinya.
Pemerintah melalui dinas kesehatan setempat perlu secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan distribusi salep kulit di titik-titik rawan banjir rob. Selain itu, penanganan masalah penyakit kulit ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi medis saja, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan. Perbaikan sistem drainase, pembangunan tanggul laut, serta pengelolaan limbah yang lebih baik sangat diperlukan agar genangan air tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan kulit dan kualitas hidup masyarakat pesisir secara keseluruhan.